Pages

Subscribe:

Selasa, 10 Januari 2012

pengertian dan jenis memory

MEMORY COMPUTER
Seringkali terjadi salah pengertian atau salah persepsi pada saat membahas
tentang memori. Pengertian beberapa orang bahwa memori adalah 'komponen' yang
berbentuk segi empat dengan beberapa pin di bawahnya. Komponen tersebut
dinamakan memory module. Padahal pengertian sebenarnya memori itu adalah
suatu penamaan konsep yang bisa menyimpan data dan program. Kemudian
ditambah dengan kata internal, yang dimaksud adalah bahwa memori terpasang
langsung pada motherboard. Dengan demikian, pengertian memory internal
sesungguhnya itu dapat berupa :

• First-Level (LI) Cache
• Second-Level (L2) Cache
• Memory Module
Akan tetapi pengelompokan dari memory internal juga terbagi atas :
• RAM (Random Access Memory) dan
• ROM (Read Only Memory)
Penjelasan dari masing-masing pengertian di atas adalah sebagai berikut:
1. First Level (LI) Cache
Memory yang bernama LI Cache ini adalah memori yang terletak paling dekat
dengan prosessor (lebih spesifik lagi dekat dengan blok CU (Control Unit)).
Penempatan Cache di prosessor dikembangkan sejak PC i486. Memori di tingkat ini
memiliki kapasitas yang paling kecil (hanya 16 KB), tetapi memiliki kecepatan akses
dalam hitungan nanodetik (sepermilyar detik). Data yang berada di memori ini adalah
data yang paling penting dan paling sering diakses. Biasanya data di sini adalah
data yang telah diatur melalui OS (Operating system) menjadi Prioritas Tertinggi
(High Priority).
2. Second-Level (L2) Cache
Memori L2 Cache ini terletak di Motherboard (lebih spesifik lagi : modul
COAST : Cache On a Stick. Bentuk khusus dari L2 yang mirip seperti Memory
Module yang dapat diganti-ganti tergantung motherboardnya). Akan tetapi ada juga
yang terintegrasi langsung dengan MotherBoard, atau juga ada yang terintegrasi
dengan Processor Module. Di L2 Cache ini, kapasitasnya lebih besar dari pada LI
Cache. Ukurannya berkisar antara 256 KB-2 MB. Biasanya L2 Cache yang lebih
besar diperlukan di MotherBoard untuk Server. Kecepatan akses sekitar 10 ns.
3. Memory Module
Memory Module ini memiliki kapasitas yang berkisar antara 4 MB- 512MB.
Kecepatan aksesnya ada yang berbeda-beda. Ada yang berkecepatan 80 ns, 60 ns,
66 MHz (=15 ns), 100 MHz(=10ns), dan sekarang ini telah dikembangkan
PC133mhZ(=7.5 ns).
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
Memory Module dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
1. Single In-Line Memory Module
Single pada SIMM ini dimaksudkan dalam penomoran pin. Pada penampakan
fisiknya, pin dan pin yang berada tepat dibaliknya memiliki nomor yang sama. Artinya
kedua pin itu sekuens proses yang sama. SIMM yang pertama kali dibuat dalam
modul 8 bit. Hal ini dimaksudkan untuk penyelarasan lebar data dari processor itu
sendiri. SIMM generasi pertama ini diperuntukkan PC generasi sebelum 80286.
Sebagai catatan, Processor generasi 8086 dan teman-temannya, hanya memiliki
lebar data untuk floating point (representasi internal dari sebuah processor yang
menganggap semua bilangan yang diterima oleh bagian input ALU dan/atau COU
menjadi bilangan biner tak bertKita (unsigned binary representation). Bila bilangan
yang diubah ke biner memiliki lebih dari 8 digit bilangan, maka perhitungan akan
dilakukan dengan 8 digit terakhir dan terus dilakukan berulang-ulang hingga
perhitungan sesuai dengan bilangan semula sebesar 8bit.
Perkembangan processor juga turut mendorong perkembangan SIMM. Pada
processor 32 bit (generasi Pentium), ketergantungan pada L2-Cache sangat tinggi.
Tentunya membutuhkan memori 32 bit juga agar tidak terjadi bottle- neck. Pada
modul 32-bit ini biasanya ditemukan 2,4, atau 8 chip di salah satu sisinya (dari
penampakan fisik SIMM). Jadi dalam 1 keping memori modul yang terdiri dari 8 chip,
akan bernilai 32 MB. Perhitungannya adalah sebagai berikut: 8 chip x [32 bit/sel x
524288 sel]/8 bit/MB = 32 MB. SIMM ini dapat digabungkan dengan sesama SIMM
sendiri. Meskipun kecepatan akses data yang berbeda dan/atau merek yang
berbeda pula. Akan tetapi, SIMM tidak bisa digabungkan dengan DIMM. Hal ini
karena akan terjadi 'kebingungan' Motherboard untuk menginisialisasi akses ke
memori mana.
SIMM juga dikelompokkan berdasarkan jumlah pin.
>> 30 pins
· Pertama kali dibuat dalam modul 8 FPM (Fast Page Mode) yang memiliki
kecepatan 80 ns.
· Maksimal Bandwidth (lebar jalur data ) : 176 MB/sec.
>> 72 pins
· FPM yang berkecepatan 70 ns.
· EDO (Extended Data Output) yang berkecepatan 60ns, maksimal Bandwidth
264 MB/sec
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
Tips memasang SIMM :.
F Berapa jumlah soket SIMM (berwarna putih dengan kunci kaki dari logam
berwarna perak) yang belum terisi. Hal ini mempengaruhi jumlah Memory
Bank yang ada, serta tata cara pengisiannya. (Untuk beberapa
motherboard yang kuno).
F Jenis SIMM yang akan dipasang (soket SIMM hanya mendukung jenis FPM
dan EDO).
F Keberadaan soket DIMM (berwarna gelap dengan kunci kaki dari plastic
berwarna putih). Jika ada soket DIMM lebih baik "buang" SIMM dan
gantilah dengan DIMM, karena kinerja DIMM lebih baik dari SIMM. Bila tidak
di"buang", maka akan terjadi bottle-neck kinerja memori,walaupun
MotherBoard tidak menunjukkan gejala suatu kesalahan.
2. DIMM (Dual In-Line Memory Module
Dual berarti kedua sisi dari penampakan fisik ini
menunjukkan bahwa dua buah sisi menjalankan
sekuens proses masing-masing, namun masih
mendukung satu proses utama yang sama. Meskipun
processor 64-bit masih terlalu jarang untuk kalangan PC, memori
telah mengembangkan jalan-nya terlebih dahulu. DIMM sekarang ini telah memiliki
lebar data 64 bit.
Tentang Socket Memory SIMM dan DIMM
Tipe socket yang ada umumnya adalah SIMM dan DIMM. Socket SIMM
memiliki 30 atau 72 pin. Socket SIMM mendukung memori jenis FPM (Fast Page
Mode) dan EDO (Extended Data Out), sedangkan socket DIMM 168 pin mendukung
SDRAM (Synchronous Dynamic RAM). Chipset buatan Intel yang mendukung
SDRAM adalah 430VX, 430TX, 440LX, 440BX, dan 440GX. SDRAM membutuhkan
tegangan 3.3 volt untuk bekerja pada motherboard terdapat jumper untuk memilih
tegangan DIMM, jika kita memasang SDRAM pada DIMM pastikan tegangan 3.3 volt
yang kita pilih.
Langkah memasang SIMM :
F Tentukan pin 1 pada memori dan pin 1 pada socket SIMM dan
pasangkan.
F Masukkan memori dari salah satu sisi socket dengan posisi miring lalu dorong
memori sehingga terpasang tegak dan terkunci.
Langkah melepas SIMM :
F Tekan pengunci di pinggir socket ke arah luar
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
F Dorong memori dan lepaskan.
Langkah memasang DIMM :
F Menekan memori ke arah bawah sampai pengunci terpasang pada memori
Langkah melepas DIMM :
F Membuka pengunci ke arah luar dan mengangkat memori.
RAM (Random Access Memory
Memori akses acak (bahasa Inggris: Random access memory, RAM) adalah
sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang
tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan
alat memori urut, seperti tape magnetik, disk dan drum, di mana gerakan mekanikal
dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara
berurutan.
Pertama kali dikenal pada tahun 60'an. Hanya saja saat itu memori
semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih
lazim untuk menggunakan memori utama magnetic. Perusahaan semikonduktor
seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis
DRAM.
Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan memori-baca-saja
(read-only-memory, ROM), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan primer
(memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara
aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk
menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.
Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM,
karena sifatnya yang sebenarnya juga Random Access seperti halnya SRAM
ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan
proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau
DRAM. Selain itu beberapa bagian dari space addres RAM ( memori utama ) dari
sebuah sistem yang dipetakan kedalam satu atau dua chip ROM.
Static RAM
Secara internal, setiap sel yang menyimpan n bit data memiliki 4 buah
transistor yang menyusun beberapa buah rangkaian Flip-flop. Dengan karakteristik
rangkaian Flip- flop ini, data yang disimpan hanyalah berupa Hidup (High state) dan
Mati (Low State) yang ditentukan oleh keadaan suatu transistor. Kecepatannya
dibandingkan dengan Dynamic RAM tentu saja lebih tinggi karena tidak diperlukan
sinyal refresh untuk mempertahankan isi memory.
Memori akses acak statik (bahasa Inggris: Static Random Access
Memory, SRAM) adalah sejenis memori semikonduktor. Kata "statik" menKitakan
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
bahwa memori memegang isinya selama listrik tetap berjalan, tidak seperti RAM
dinamik (DRAM) yang membutuhkan untuk "disegarkan" ("refreshed") secara
periodik. Hal ini dikarenakan SRAM didesain menggunakan transistor tanpa
kapasitor. Tidak adanya kapasitor membuat tidak ada daya yang bocor sehingga
SRAM tidak membutuhkan refresh periodik. SRAM juga didesain menggunakan
desain cluster enam transistor untuk menyimpan setiap bit informasi. Desain ini
membuat SRAM lebih mahal tapi juga lebih cepat jika dibandingkan dengan DRAM.
Secara fisik chip, biaya pemanufakturan chip SRAM kira kira tiga puluh kali lebih
besar dan lebih mahal daripada DRAM. Tetapi SRAM tidak boleh dibingungkan
dengan memori baca-saja dan memori flash, karena ia merupakan memori volatil
dan memegang data hanya bila listrik terus diberikan.
Akses acak menKitakan bahwa lokasi dalam memori dapat diakses, dibaca
atau ditulis dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan lokasi alamat data tersebut
dalam memori.
Chip SRAM lazimnya digunakan sebagai chace memori , hal ini terutama
dikarenakan kecepatannya. Saat ini SRAM dapat diperoleh dengan waktu akses dua
nano detik atau kurang , kira kira mampu mengimbangi kecepatan processor 500
MHz atau leb
Dynamic RAM
Secara internal, setiap sel yang menyimpan 1 bit data memiliki 1 buah
transistor dan 1 buah kondensator. Kondensator ini yang menjaga tegangan agar
tetap mengaliri transistor sehingga tetap dapat menyimpan data. Oleh karena
penjagaan arus itu harus dilakukan setiap beberapa saat (yang disebut refreshing)
maka proses ini memakan waktu yang lebih banyak daripada kinerja Static RAM.
Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, modul memori berkembang beriringan
dengan perkembangan processor. Jenis DRAM ini juga mengalami perkembangan.
Synchronous Dynamic Random Access Memory (disingkat menjadi
SDRAM) merupakan sebuah jenis memori komputer dinamis yang digunakan dalam
PC dari tahun 1996 hingga 2003. SDRAM juga merupakan salah satu jenis dari
memori komputer kategori solid-state.
SDRAM, pada awalnya berjalan pada kecepatan 66 MHz untuk dipasangkan
dengan prosesor Intel Pentium Pro/Intel Pentium MMX/Intel Pentium II, dan terus
ditingkatkan menjadi kecepatan 100 MHz (dipasangkan dengan Intel Pentium
III/AMD Athlon), hingga mentok pada kecepatan 133 MHz (dipasangkan dengan Intel
Pentium 4 dan AMD Athlon/Duron). Popularitasnya menurun saat DDR-SDRAM yang
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
mampu mentransfer data dua kali lipat SDRAM muncul di pasaran dengan chipset
yang stabil. Setelah itu, akibat produksinya yang semakin dikurangi, harganya pun
melonjak tinggi, dengan permintaan pasar yang masih banyak; dengan kapasitas
yang sama dengan DDR-SDRAM, harganya berbeda kira-kira Rp. 150000 hingga
250000.

Jenis-jenis RAM
F Synchronous DRAM (SDRAM) dikenal sebagai SIMM SDRAM hanyalah
memperbaiki kecepatan akses data yang tersimpan. Dengan proses
sinkronisasi kecepatan modul ini dengan Frekuensi Sistem Bus pada prosessor
diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya. Modul EDO RAM dapat dibawa ke
kecepatan tertingginya di FSB maksimum 75 MHz, sedangkan SDRAM dapat
dibawa ke kecepatan 100 MHz pada sistem yang sama. SDRAM berikut
ini juga dikembangkan lebih jauh :
PC100 RAM SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 100 MHz
PC133 RAM SDRAM yang dikembangkan untuk sistem bus 133 MHz
ECCRAM
SDRAM yang dikembangkan untuk kebutuhan server yang memiliki kinerja
yang berat. Jenis SDRAM ini dapat mencari kerusakan data pada sel memori yang
bersangkutan dan langsung dapat memperbaikinya. Akan tetapi, batasan dari
SDRAM jenis ini adalah, sel data yang dapat diperbaiki hanya satu buah sel saja
dalam satu waktu pemrosesan data.
• Burst EDO RAM (BEDO RAM) adalah jenis EDO yang memiliki kemampuan
Bursting. Kinerja yang telah digenjot bisa 100% lebih tinggi dari FPM, 33% dari
EDO RAM. Semula dikembangkan untuk menggantikan SDRAM, tetapi karena
prosesnya yang asinkron, dan hanya terbatas sampai 66 MHz, praktis BEDO RAM
ditinggalkan.
• Rambus DRAM (RDRAM) dikembangkan oleh RAMBUS Inc. Pengembangan ini
menjadi polemik karena Intel® berusaha memperkenalkan PC133 MHz. RDRAM ini
memiliki jalur data yang sempit (8 bit) tapi kinerjanya tidak dapat diungguli oleh
DRAM jenis lain yang jalur datanya lebih lebar dari RDRAM yiatu 16 bit atau bahkan
32 bit. Hal ini karena RDRAM ini memiliki Memory Controller yang dipercanggih.
Tentunya hanya Motherboard yang mendukung RAMBUS saja yang bisa memakai
DRAM ini, seperti MotherBoard untuk AMD K7 Athlon. Akan tetapi, RAM jenis ini
dipakai oleh 3dfx, Inc,. untuk mempercepat prosespenggambaran obyek 3 dimensi
yang penuh oleh poligon. Contoh produk yang memakainya adalah 3dfx seri
Voodoo4.
• SyncLink DRAM (SLDRAM) dibuat karena untuk rremakai RDRAM ini harus
membayar royalti kepada RAMBUS Inc., hal ini dirasakan sangat mahal bagi
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
pengembang motherboard. Dengan kecepatan 200 MHz, dan bandwidth maksimum
1600MB/sec cukup untuk mengkanvaskan perkembangan RAMBUS DRAM.
• Double Data Rate RAM (DDRAM) dikembangkan karena kebutuhan transmisi data
sangat tinggi. Teknologi ini dikembangkan berdasarkan transmisi data ke dan dari
terminal lain melalui sinyal tact.
• Serial Presence Detect (PSD) adalah perkembangan dari DIMM yang menyertakan
sebuah chip EPROM yang dapat menyimpan informasi tentang modul ini. Chip kecil
yang memiliki 8 pin ini bertindak sebagai SPD yang sedemikian rupa sehingga BIOS
dapat emmbaca seluruh informasi yang tersimpan di dalamnya dan dapat
menyetarakan FSB dengan waktu kerja untuk performa CPU-RAM yang sempurna.
Kecepatan dan Bandwidth Maksimal
Kecepatan RAM diukur dalam ns (nanoseconds). Makin kecil ns semakin
cepat RAM. Dulu kecepatan RAM sekitar 120, 100, dan 80 ns. Sekarang sekitar 15,
10, sampai 8 ns. Kecepatan RAM sangat berkaitan erat dengan system bus, apakah
system bus efeif atau tidak untuk menggunakan RAM yang cepat. Berikut ini tabel
yang menggambarkan hubungan clock speed dalam system bus dengan kecepatan
RAM yang diperlukan.
Berikut ini adalah peak bandwidth (bandwidth maksimal) dari tiga tipe RAM
yang sudah dikenal. Tabel berikut ini menunjukkan maksimal peak bandwidth
yang ditransfer dari RAM ke L2 Cache.
RAM type Max. peak bandwidth
FPM 176 MB/scc
EDO 264 MB/scc
SD 528 MB/scc
Clock Speed Time per clock tick
20MHz 50ns
25 MHz 40ns
33MHz 30ns
50MHz 20ns
66MHz 15ns
100MHz 10ns
133MHz 6ns
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
ROM (Read Only Memory)
Kelompok memori yang bernama Read Only Memory ini juga memiliki
karakteristik yang sesuai dengan namanya. Data yang ada di dalam ROM ini adalah
data yang telah dimasukkan oleh pembuatnya. Data yang telah terkandung di
dalamnya tidak dapat diubah-ubah lagi melalui proses yang normal, dan hanya dapat
dibaca saja. Ada bagian data di ROM ini dipergunakan untuk identitas dari komputer
itu sendiri. Hal ini tersimpan dalam BIOS (Basic Input Output Systems). Ada juga
data yang terkandung dalam modul ini yang pertama kali diakses oleh sebuah
komputer ketika dinyalakan. Urutan-urutan yang terkandung di dalam modul ini dan
yang diakses pertama kali ketika komputer dihidupkan diberi nama BOOTSTRAP.
Dalam proses Bootstrap ini, dilakukan beberapa instruksi seperti pengecekan
komponen internal pendukung kerja minimal suatu sistem komputer, seperti
memeriksa ALU, CU, BUS pendukung dari MotherBoard dan Prosessor, memeriksa
BIOS utama, memeriksa BIOS kartu grafik, memeriksa keadaan Memory Module,
memeriksa keberadaan Secondary Storage yang dapat berupa Floopy Disk, Hard
Disk, ataupun CD-ROM Drive, kemudian baru memeriksa daerah MBR (Master Boot
Record) dari media penyimpanan yang ditunjuk oleh BIOS (dalam proses Boot
Sequence).
Berikut ini akan dibahas jenis ROM dan perkembangannya. 6.2.1. PROM
(Programable ROM) ROM ini memberikan kesempatan bagi pemakai untuk
mengubah data yang tersimpan secara default. Sebuah alat yang bernama PROM
programmer bertugas "membakar" (burning in) chip ini. Dengan arus listrik yang kuat
lokasi bit akan terbakar dan menunjukkan sebuah nilai (0 atau 1). Setelah melalui
proses burning-in, PROM ini tidak dapat lagi diubah-ubah isinya.
EPROM (Erasable Programable ROM)
Chip ini adalah perkembangan dari PROM6.2.3. EEPROM (Electrically
Erasable Programable ROM) Chip ini tidak jauh berbeda dengan EPROM, tetapi
EEPROM datanya dapat dihapus tanpa menggunakan sinar ultraviolet. Cukup
gunakan pulsa listrik (electrical pulses). Jenis ROM seperti PROM, EPROM dan
EEPROM tergolong ke memori stabil (nonvolatile memories). Artinya, ketiga jenis
memori ROM ini akan tetap menyimpan datanya walaupun ketika tidak dialiri oleh
arus listrik. Pada perkembangannya, chip EEPROM telah digunakan untuk BIOS dari
sebuah MotherBoard. Dengan menggunakan teknik "flash", isi dari BIOS pun dapat
dibuat lebih baru (update). Akan tetapi, bahaya dari flashable BIOS adalah semua
orang dapat mengubah isinya, termasuk juga virus. Jika telah diubah oleh virus,
maka motherboard komputer yang dipakai itu tidak akan bisa dipakai kembali
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
Memory
Ini adalah bagian informasi memori yang terpasang pada PC Kita. Base
memory umumnya berukuran 640 KB, sisanya akan menjadi Extended Memory. Jika
ditambahkan dengan Other Memory akan menghasilkan total memori yang
terpasang dan ditampilkan pada bagian "Total Memory"
Fungsi Memory
Meskipun memori secara teknikalnya termasuk dalam bentuk simpanan
elektronik, ia sebenarnya dikenali sebagai storan sementara yang berkelajuan tinggi.
Jika CPU komputer Kita kerap mengakses cakera keras (hard drive) untuk menerima
setiap salinan data yang diperlukan, ia akan menyebabkan operasi menjadi
perlahan. Apabila data disimpan di dalam ingatan memori, CPU boleh mengakses
data dengan cepat. Kebanyakan bentuk memori disasarkan untuk menyimpan data
secara sementara sahaja (temporary).
Cara memori berfungsi
CPU boleh mengakses memori mengikut hirarki yang berbeza. Sama ada ia
datang dari bentuk storan kekal (cakera keras) atau masukan (seperti papan
kekunci), kebanyakan data akan menuju ke RAM terlebih dahulu. CPU kemudiannya
akan menyimpan setiap data yang diperlukan untuk diakses ke dalam cache dan
mengendalikan arahan (instruction) tertentu di dalam pendaftar (register). Kita akan
bicara tentang ini kemudian.
Semua komponen komputer Kita seperti CPU, cakera keras dan sistem
operasi (OS), bekerja bersama-sama sebagai satu pasukan, dan memori ialah satu
daripada bahagian terpenting di dalam pasukan ini. Sebaik sahaja Kita
menghidupkan komputer sehinggalah saat komputer Kita dimatikan, CPU sentiasa
menggunakan memori. Mari kita lihat senario ini untuk dijadikan sebagai contoh:
Komputer akan memuatkan (load) data dari ROM BIOS dan melaksanakan
POST untuk memastikan semua komponen berfungsi dengan baik. Semasa
pemeriksaan ini dijalankan, pengawal memori (memory controller) akan memeriksa
semua alamat memori dengan melakukan operasi baca dan tulis (read/write) untuk
memastikan tiada ralat di dalam cip memori. Baca dan tulis bermaksud data yang
ditulis dengan bit dan membaca semula bit tersebut.
Komputer kemudiannya memuatkan (load) sistem operasi dari cakera keras
ke dalam sistem RAM. Umumnya, bahagian kritikal yang terdapat dalam OS akan
diselenggara di dalam RAM selama mana komputer masih dihidupkan. Ini
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
membolehkan CPU untuk mendapat akses serta merta ke sistem operasi, di mana
akan menambahkan performance keseluruhan sistem.
Apabila Kita menjalankan sesuatu aplikasi, ia akan dimuatkan ke dalam RAM.
Untuk memelihara penggunaan RAM, kebanyakan aplikasi memuatkan hanya
sebahagian kecil program yang diperlukan dan kemudiannya akan memuatkan kod
yang lain jika diperlukan. Selepas aplikasi selesai dimuatkan, apa-apa fail yang
dibuka akan dimasukkan ke dalam RAM. Apabila Kita menyimpan fail dan menutup
aplikasi tersebut, fail itu akan ditulis ke dalam storan, sementara aplikasi tersebut
akan disingkirkan dari RAM.
Seperti yang dinyatakan di atas, setiap sesuatu yang dimuatkan atau dibuka,
akan dimasukkan ke dalam RAM. Ini bertujuan supaya CPU senang untuk
mengakses dan memproses sesuatu maklumat. CPU akan membuat permintaan
data yang diperlukan dari RAM, membuat proses dengan menulis data kembali ke
RAM secara berterusan (tanpa henti).
Terdapat dua jenis memori RAM yang digunakan oleh komputer iaitu jenis
DRAM dan SRAM. Saya akan menjelaskan dengan lebih lanjut tentang jenis RAM
pada artikel yang akan datang. Untuk kali ini saya akan menerangkan cara DRAM
berfungsi.
Sejak komputer dicipta, banyak perubahan yang berlaku terhadap memori
jenis DRAM ini. Semasa artikel ini ditulis, antara teknologi DRAM yang telah
menemui pengguna ialah seperti FPM DRAM, EDO DRAM, SDRAM, DDR DRAM,
RDRAM, dan yang akan datang iaitu SLDRAM. Yang membezakan teknologiteknologi
ini ialah dari segi kelajuan penghantaran data tetapi cara ia berfungsi tetap
sama iaitu dengan menyimpan data secara dinamik.
Perkembangan Memory
DDR2 adalah kelanjutan dari DDR dimana perbedaannya terletak pada
BUSnya BUS
pada DDR2 dijalankan 2 kali lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan sel-sel
memorynya, jadi bukan DDR2 mengirim data dua kali, tapi tiap sel memory dapat
memuat data dua kali lebih banyak. mis: tiap sel memory DDR dapat memuat 2
words data dalam satu clock, sedangkan pada sel memory DDR2 dapat memuat 4
words data dalam satu clock. mungkin itu yang menyebabkan penampang DDR dan
DDR2 berbeda.
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
DDR sendiri adalah Double Data Rate yang berarti rating atau aliran datanya
lebih cepat 2x bila dibandingkan dengan SDRAM dengan bandwidth lebih lebar
bila dipasang secara dual channel yang berarti 2 memory kembar dipasang
secara bersamaan. Biasanya memory dituliskan DDR2-400 PC2-3200, ini dapat
diartikan sebagai berikut :
DDR2-400, merupakan nama stKitardnya, 400 disini menunjukkan jumlah data yang
dapat ditransfer dalam satu detik satuannya menggunakan Million, jadi satu
detik DDR2 400 dapat mengantarkan 400 Million data. PC2-3200, merupakan nama
modulnya, 3200 disini menunjukkan data terbanyak yang dapat ditransferkan oleh
modul memory ini, satuannya adalah GB/s, jadi dalam satu detik modul memory ini
maksimal hanya dapat mengantarkan 3200GB/s Tidak ada pengaruh signifikan
selain kinerja yang melambat, karena MOBO dapat mengantarkan data sebanyak
3200GB/s sedangkan memory hanya memiliki kuota 2700GB/s.
Memory Timings Explained
Pernahkah Kita bertanya-tanya apa maksud dari urutan angka-angka "2.5-3-3-
8" atau "2-2-2-5" dan selanjutnya? Atau mungkin Kita pernah melihat/mendengar
kata-kata "CAS" dan "tRCD" dan penasaran untuk mengetahui apa artinya? Ini
sebenarnya tidak lepas dari apa yang disebut dengan timing pada modul memori
(RAM). Angka dan kata tersebut mewakili kecepatan dalam memproses sederetan
perintah tertentu. Untuk mengeset item-item tersebut akan sangat membingungkan
dan perlu pengetahuan (skill) khusus, bilamana Kita ingin meng-overclock rig sistem
Kita.
Timing Dasar Memori
CAS (tCL) Timing: CAS adalah singkatan dari Column Address Strobe atau
Column Address Select. Adalah sebuah kontrol terhadap banyaknya waktu yang
diperlukan dalam sebuah putaran (cycle) untuk mengirim perintah membaca (read
command) dan kemudian mengeksekusinya. Proses dari awal CAS hingga akhir
terdapat apa yang dinamakan dengan latency (atau delay). Semakin cepat sebuah
cycle CAS ini berakhir akan membawa efek yaitu lebih tingginya performa dari
memori.
e.g.: 2.5-3-3-8 Yang diberi tKita tebal "2.5" merupakan CAS timing.
tRCD Timing: RAS to CAS Delay (Row Address Strobe/Select to Column
Address Strobe/Select). Adalah banyaknya waktu dalam sebuah cycle untuk
memberikan satu perintah aktif (active command) dan perintah baca/tulis (read/write
commands).
e.g.: 2.5-3-3-8 Yang diberi tKita tebal "3" merupakan tRCD timing.
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
tRP Timing: Row Precharge Time. Ini adalah waktu minimum antara perintah
aktif dan perintah baca/tulis pada bank selanjutnya dari modul memori.
e.g.: 2.5-3-3-8 Yang diberi tKita tebal "3" merupakan tRP timing.
tRAS Timing: Min RAS Active Time. tRAS adalah sebuah angka putaran
clock yang diambil berdasarkan perintah aktif dari setiap bank memori dan
memberikan precharge command. RAS Active Time adalah banyaknya waktu yang
diperlukan sebuah baris diaktifkan lewat precharge command dan selanjutnya
dinonaktifkan. Sebuah baris tidak dapat dinonaktifkan sebelum tRAS selesai.
Semakin rendah tRAS, semakin cepat performa memori, tetapi jika diset terlalu
rendah, akan menyebabkan adanya data yang terpotong (data corruption) karena
menonaktifkan baris terlalu dini.
tRAS = tCL + tRCD + tRP (+/- 1) formula ini menggambarkan bahwa semuanya
mempunyai peran untuk memberikan waktu yang tepat sebelum "menutup" bank
memori.
e.g.: 2.5-3-3-8 Yang diberi tKita tebal "8" merupakan tRAS timing.
(Angka 2.5-3-3-8 hanyalah contoh dari timing memory yang ada.)
Dari contoh diatas terdapat 4 (empat) timing yang terdapat dalam sebuah
modul memori. Urutannya adalah CAS-tRCD-tRP-tRAS. Semakin renda timing ini,
semakin tinggi performa dari sebuah modul memory. Beberapa manufaktur
motherboard (sebagai contoh DFI) memberikan pilihan dari masing-masing timing
yang akan diset dalam BIOS CAS-tRCD-tRAS-tRP mereka.
Beberapa merek memori tertentu yang memiliki harga diatas, dapat diset
dengan timing yang sangat "ketat" (baca:rendah) dalam speed yang tingi yang dapat
diset langsung dari motherboards. Namun tidak semua board akan memiliki opsi
yang sangat detil untuk pengoptimalan timing memori.
Timing Lainnya
Command Rate: Juga disebut dengan CPC (Command Per Clock). Adalah
banyaknya waktu dalam satu cycle ketika perintah menyeleksi chip dijalankan dan
kemudian diberikan perintah selanjutnya. Semakin rendah (1T) semakin cepat
performance-nya, namun 2T digunakan untuk menjaga stabilitas sistem. Pada sistem
yang berbasis Intel, 1T sering digunakan ketika jumlah bank per channel memori
dibatasi hanya 4 saja.
tRC Timing: Row Cycle Time. Waktu minimum dalam cycle yang dibutuhkan
untuk sebuah baris menyelesaikan sau buah cycle yang dapat diperoleh dengan tRC
= tRAS + tRP. Bilaman diset terlalu pendek akan menyebabkan adanya data yang
terpotong (data corruption) dan jika diset terlalu tinggi, akan menyebabkan
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
"kedodoran" dalam performance sistem, namun disatu sisi meningkatkan kestabilan
(stability) sebuah sistem.
tRRD Timing: Row to Row Delay or RAS to RAS Delay. Banyaknya cycle
yang dibutuhkan untuk mengaktifkan bank memori selanjutnya. Ini merupakan
kebalikan dari tRAS. Semakin rendah timing-nya, performance-nya lebih baik, tetapi
hal ini akan menyebabkan ketidakstabilan pada sistem (instability).
tRFC Timing: Row Refresh Cycle Timing. Merupakan banyaknya cycle yang
diperlukan untuk me-refresh sebuah baris dalam sebuah bank memori. Bilamana diset
terlalu cepat dapat menyebabkan adanya data corruption dan jika di -set terlalu
tinggi, akan menyebabkan penurunan pada performance, namun disatu sisi
meningkatkan kestabilan (stability) sistem.
tRW Timing: Write Recovery Time. Banyaknya cycle yang dibutuhkan setelah
sebuah operasi penulisan dan precharge yang valid. Dibutuhkan untuk membuktikan
bahwa data telah ditulis secara benar.
tRTW/tRWT Timing: Read to Write Delay. Sesudah sebuah perintah tulis
diterima, item ini berfungsi sebagai banyaknya cycle agar perintah ini segera
dilaksanakan.
tWTR Timing: Write to Read Delay. Adalah banyaknya cycle yang dibutuhkan
antara sebuah perintah WRITE dan kemudian mengeksekusi perintah READ
selanjutnya. Semakin rendah semakin baik dalam performance, namun dapat
menyebabkan ketidakstabilan.
tREF Timing: Banyaknya waktu yang digunakan sebelum sebuah perintah direfresh,
jadi mencegah "kebocoran" dan terpotongnya sebuah perintah. Diukur dalam
satuan micro-seconds (μsec).
tWCL Timing: Write CAS number. Penulisan terhadap bank apa saja yang
mempunyai akses untuk ditulis. Dioperasikan pada rating 1T, namun dapat di-set
pada rating lainnya. Kelihatannya tidak dapat di-set selain 1T pada DDR. Meskipun
begitu DDR2 adalah hal yang berbeda.
Kesimpulan Timing
Seperti yang terlihat banyak faktor yang dapat mempengaruhi performance
dan kestabilan dari modul memori (RAM). Masih banyak aspek lainnya yang
bukanlah faktor timing. CAS-tRCD-tRP-tRAS adalah timing utama yang banyak
diperhatikan oleh para pengguna (end user). CPC atau Command Rate merupakan
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
hal penting lainnya bagi sistem yang berbasiskan AMD dalam konfigurasinya
maupun untuk keperluan overclocking.
Jika Kita bermaksud untuk menggunakan sistem Kita untuk keperluan pada
umumnya, maka pengaturan seperti diatas tidaklah benar-benar dibutuhkan.
Pengaturan tersebut hanyalah diperlukan untuk di-set pada saat overclocking atau
tweaking. Juga seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa tidak semua
BIOS memiliki setting yang lengkap, yang biasanya para produsen hanya
memberikan fitur "Auto".
Mengidentisifikasi Kerusakan
Kita bingung bercampur kaget ketika tiba-tiba sistem Kita tidak mau masuk ke
sistem operasi (windows / linux dsb) atau mati sama sekali padahal semua perangkat
hardware sudah terpasang dengan benar.atau ketika computer dinyalakan muncul
bunyi-bunyian (bip) aneh berkali-kali yang tidak pernah dengar sebelumnya?? Don’t
be panic.. tahan dulu keinginan Kita untuk membawa ke tukang service, lebih baik
mengidentifikasi terlebih dahulu komponen mana yang rusak (hardware / software).
Bila Kita mengalami masalah seperti ini biasanya masalah terletak pada
memori atau pada socketnya (tempat meletakkan modul memori).Untuk itu, Kita
harus megindentifikasi terlebih dahulu komponen mana yang sedang bermasalah
agar bisa di cari solusinya
Sebelum Kita memulai, harus di pastikan dulu bahwa semua komponen sudah
terpasang dengan benar dan settingan pada BIOS masih stKitar. Masalah seperti di
atas bisa muncul karena disebabkan karena setting BIOS yang terlalu membebani
komponen Hardware misalnya Prosesor atau memori.
Untuk mengetahui setting BIOS Kita masih stKitar atau tidak : nyalakan
computer Kita, pada saat muncul tuisan-tulisan berlatarkan warna hitam tekan tombol
DEL atau F2 (kebanyakan versi BIOS menggunakan salah satu dari tombol ini untuk
masuk ke setting BIOS).setelah itu set ke default lalu save change and exit Y/N
(Yes/NO).atau Kita bisa meng clear CMOS untuk membalikkan setting BIOS-nya
pada posisi default (silahkan lihat manual book motherboard Kita pada halaman clear
CMOS) Cermati Kepingan Memori Kita
Setelah Kita mematikan computer Kita, perhatikan dulu apakah memori telah
terpasang dengan sempurna.kalau belum, coba pasang dengan benar dan nyalakan
kembali computer Kita. Namun, kalau tetap masih tidak mau booting, coba matikan
kembai dan cabut memori dari socketnya. Coba perhatikan apakah ada chip IC pada
keeping memori yang rusak atau ada jalur-jalur yang bermasalah.
Kalau tidak ada yang rusak, coba perhatikan bagian yang berwarna keemasan
sebagai interfacenya. Kita bisa bersihkan bagian keemasan dari memori yang
berhubungan dengan socket DIMM dengan menggunakan karet penghapus untuk
menghilangkan dari kotoran atau debu. Setelah itu pasang kembali memori pada
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
socketnya. Kalau setelah di bersihkan computer Kita berjalan normal, berarti
masalah terletak pada memori tapi kalau masih tetap seperti semula ada
kemungkinan kepingan memorinya yang rusak. Perhatikan juga jalur-jalur electronic
yang ada. Kalau tidak terdapat kerusakan dan computer tetap tidak normal, Kita
harus mempertimbangkan untuk menggnanti memori Kita dengan yang baru.
(Perhatikan Socket Memorinya).
Tapi bagaimana jika setalah memori diganti kondisinya masih sama??kalau ini
terjadi, Kita harus curiga pada socket memorinya yang teretak pada motherboard
Kita. Hal pertama yang harus Kita lakukan adalah membersihkan socket memori
tersebut. Gunakan cotton buds atau penghisap debu untuk membersihkannya dari
debu atau kotoran lain yang mungkin menempel. Setelah itu coba pasang kembali
memori Kita dan lihat apakah masalah sudah teratasi. Kalau belum juga teratasi, Kita
bisa menggunakan socket DIMM memori yang kedua atau kalau ada yang ketiga
yang masih kosong. Coba nyalakan kembali. Kalau masalah sudah teratasi, berarti
masalah terletak pada socket DIMM. Ini sering terjadi pada motherboardmotherboard
lama yang sudah punya “jam terbang” yang sangat lama atau
“KOMPULA” (Komputer Lanjut usia alias Komputer Lama). Namun, kalau masalah
ternyata tetap sama meski sudah menggunakan socket yang lain, ini berarti semua
socket DIMM Kita memang sudah rusak dan dengan terpaksa Kita harus mengganti
Motherboard Kita.
Mengupgrade Sendiri Memori RAM Notebook/Laptop
Sekilas Seputar RAM dan RAM Notebook
RAM merupakan singkatan dari Random Memory Access, yaitu jenis memori
yang bersifat volatile (dapat ditambah, diubah dan dihapus). Kebalikannya adalah
ROM (Read Only Memory) yang bersifat non-volatile atau tidak dapat (baca:
sulit) ditambah, diubah maupun dihapus. Bentuk-bentuk ROM antara lain chip
EEPROM (jenis ini sangat dikenal oleh anak elektro), CD software/audio ataupun
Flash Memory (seperti USB Flash Disk, Memory Card). Dikatakan volatile karena
setelah komputer direstart misalnya, data yang tersimpan dalam RAM akan hilang.
Sementara, data dalam ROM masih tetap tersimpan.
Pada sebuah komputer, memori RAM ini berfungsi sebagai penampung
data (dalam bentuk file) untuk diproses oleh prosesor (CPU). Jadi, pada dasarnya
semakin besar kapasitas RAM, semakin cepat sebuah proses dilakukan karena
prosesor dapat memproses lebih banyak data apabila diperlukan.
Jenis memori RAM juga bermacam-macam dari sudut cara kerja dan
desainnya (module). Biasanya notebook aktual menggunakan jenis memori DDRSDRAM,
DDR2-SDRAM atau DDR3-SDRAM. Jenis RAM notebook ini menggunakan
module SODIMM (Small Outline Dual Inline Memory Module). Jadi, bila ingin
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
membeli memori RAM untuk notebook, pilih tipe SODIMM dari jenis DDR-SDRAM
(juga disebut DDR aja), DDR2 atau DDR3, tergantung yang digunakan di laptop.
Mengapa RAM Perlu Diupgrade?
Mengupgrade RAM biasanya dilakukan karena adanya kebutuhan untuk
menambah kinerja notebook dan karena adanya persyaratan yang harus dipenuhi
untuk menginstal software tertentu. Memang, kecepatan yang diharapkan tidak
begitu terasa signifikan. Namun, software bisa berjalan lebih mulus dan cepat
daripada sebelumnya. Apalagi bila sedang menggunakan aplikasi yang berat seperti
pengolah video/audio/grafik. Selain itu, upgrade RAM juga diperlukan bila instalasi
sebuah software mengharuskannya. Sebagai contoh, untuk menginstal sistem
operasi Windows Vista Home Edition dibutuhkan RAM sebesar 512 MB. Jadi, bila
notebook hanya memiliki RAM sebesar 256 MB, proses instalasi akan terhenti
dengan pesan memori RAM kurang. Faktor lain adalah karena mengupgrade memori
RAM laptop paling mudah dilakukan. Lokasi memori RAM terpasang sangat mudah
diakses/dijangkau. Kita hanya membutuhkan obeng kembang saja.
Hal yang perlu diperhatikan Sebelum Menambah Memori Notebook?
Pertama adalah garansi notebook. Apabila notebook masih bergaransi dan
pengguna dilarang untuk membuka sekrup-sekrup pada lokasi pemasangan memori,
maka JANGAN mengupgradenya sendiri. Mintalah dealer Anda untuk
memasangnya. Apabila garansi sudah lewat (kedaluarsa), upgrade dapat dilakukan
sendiri.
Kedua, sebelum memasang memori yang baru, notebook HARUS benar-benar
dimatikan (shutdown), bukan dalam mode STANDBY atau HIBERNATE. Bila
dilakukan dalam mode ini, bisa merusak memori tersebut. Untuk itu, gunakan menu
"START | Turn Off Computer | Turn Off".
Ketiga, biasanya notebook memiliki 2 slot memori. Bila memiliki RAM sebesar 256
MB, kemungkinan masih ada satu slot lainnya yang kosong dan dapat ditambah
dengan satu keping modul 256 MB dari jenis RAM yang SAMA PERSIS (boleh beda
produsen). Apabila memiliki RAM sebesar 512 MB atau 1024 MB, coba periksa
apakah kedua slot RAM sudah terpakai. Bila keduanya sudah terpakai, maka tidak
ada kemungkinan mengupgrade dengan menambah modul RAM. Anda hanya dapat
membeli modul RAM baru dengan kapasitas yang lebih besar. Misalnya: Pada RAM
notebook sebesar 512 MB, Anda dapat menambah satu modul 512 MB lagi
(sehingga akhirnya menjadi 1024 MB) apabila RAM sebesar 512 MB tersebut
menggunakan modul satu keping. Jadi, masih ada satu slot yang kosong untuk satu
keping modul 512MB. Demikian juga dengan RAM notebook sebesar 1024 MB.
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com
Apabila menggunakan satu keping modul 1024 MB, maka memori dapat ditambah
dengan satu keping modul 1024 MB sehingga menjadi 2048 MB (2 GB). Agar tidak
salah membeli RAM, bawa saja RAM notebook Anda ke toko komputer. Namun,
perlu diperhatikan juga kapasitas memori RAM yang dapat didukung oleh
motherboard notebook. Untuk itu, periksalah buku manual notebook untuk
memastikan berapa besar RAM yang didukung oleh motherboard notebook, apakah
1 GB, 2 GB atau 4 GB.
Cara Memasang Memori
Setelah memori tambahan tersedia, lakukan langkah-langkah berikut:
1. Matikan komputer melalui menu Shutdown dan lepaskan kabel power.
2. Balikkan notebook dan cari lokasi memori terpasang. Notebook yang "baik"
biasanya memberikan petunjuk tulisan (seperti "Memory") di bagian bawah
notebook. Bila tulisan tersebut tidak tersedia, coba saja untuk membuka
sebuah penutup (biasanya dikunci dengan 1 atau 2 sekrup) dan lihat apakah
ada modul memori terpasang di dalamnya.
3. Bila sudah diketahui, buka sekrup dengan obeng (biasanya diputar ke kiri).
Lalu, angkat penutupnya.
4. Bila ingin melepas memori (untuk dibawa ke toko komputer agar tidak salah
beli), tekan ke arah luar <- [modul_memori] -> pada kedua kait di samping kiri
dan kanannya secara bersamaan. Bila ditekan dengan benar, modul memori
akan langsung terangkat ke atas dan ambil saja.
5. Bila ingin memasang memori tambahan, sisipkan memori tambahan ke slot
secara miring. Pin pada memori dihadapkan ke slot dan sesuaikan celah pada
keping memori dengan lekukan pada slot.
6. Bila sudah sesuai, tekan modul memori ke bawah sampai bunyi klik dan
modul terpasang dengan kencang (tidak lagi naik ke atas).
7. Bila sudah terpasang, pasang penutupnya dan sekrup kembali.
8. Selesai. Nyalakan notebook.
PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.com

0 komentar:

Poskan Komentar